Beauty Squad-ku pada sadar nggak sih? Akhir-akhir ini kayaknya banyak banget launching produk serum wajah. Benar ‘kan?
Katanya, ada yang bikin cerah dalam hitungan minggu. Ada yang klaimnya ampuh memudarkan bekas jerawat. Eh, sampai ada juga lho yang bisa bikin wajah jadi kelihatan lebih muda.
Aku ‘kan terus mikir, kalau nggak pakai serum kayaknya ada yang kurang di step perawatan wajahku. Ya kali ada yang menolak terlihat awet muda. Aku sih jelas nggak ya.
Makanya, aku sempat terjebak di fase FOMO serum wajah. Kayak, apapun yang lagi viral pengen kucobain.
Pernah ‘kan tuh viral serum exfoliasi. Banyak banget influencer yang bahas dan menunjukkan perubahan kulit mereka sebelum dan sesudahnya.
Aku juga coba itu. Sebenarnya, aku cocok-cocok saja pakainya. Kulitku jadi beneran mulus dan lebih cerah gitu deh.
Tapi, hasilnya beda di kulit bibiku. Dari situlah aku bisa menyimpulkan kalau pakai serum wajah ya sesuai kebutuhan kulit. Nggak asal tren doang.
Gimana kalau kita bahas seputar apa itu serum wajah? Tapi, Beauty Squad-ku harus baca artikelnya sampai akhir ya!
Apa itu Serum Wajah?
Hari gini tuh siapa sih yang masih belum kenal sama serum? Meskipun nggak masuk dalam kategori basic skincare, penggunaan serum juga cukup penting lho.
Gampangnya, serum wajah adalah salah satu produk skincare yang mengandung bahan aktif dengan konsentrasi tertentu untuk mengatasi masalah kulit yang spesifik.
Ambil contoh, masalah kulit jerawat, kusam, flek hitam, penuaan dini, dan lain sebagainya.
Kebanyakan serum yang sudah kupakai punya tekstur yang ringan, mulai dari cair kayak air sampai agak kental kayak gel.
Tapi, kalian jangan salah ya, Beauty Squad-ku! Meskipun teksturnya ringan, serum tetap nggak bisa kalian anggap enteng.
Soalnya, serum wajah tuh bekerja lebih efektif jauh ke dalam lapisan kulit. Selain itu, produk skincare ini juga jadi semacam spesialisasi untuk mengatasi masalah kulit tertentu sesuai kandungan bahan aktifnya.
Cuma satu sih yang kusayangkan. Kemasan serum wajah pasti botolnya kecil.
Tapi, ya wajar sih. Penggunaan serum wajah ‘kan emang nggak banyak. Paling satu atau dua tetes doang sekali pakai.
Lagian, kandungan yang ada pada serum biasanya agak lebih sensitif sama cahaya, udara, atau panas. Ukuran yang menggemaskan ini lebih membantu untuk menjaga kualitas produk selama masa pemakaian.
Apa Bedanya Serum dengan Skincare Lainnya?
Jelas beda ya. Masing-masing produk punya fungsinya sendiri. Biar lebih mudah, nih sudah kubuatkan tabelnya.

Kalau melihat tabel di atas, terlihat ‘kan kalau serum punya peran yang cukup spesifik.
Ia bukan produk yang bekerja sendirian, tapi bagian dari rutinitas skincare yang saling melengkapi.
Misalnya, kalian pakai serum yang kandungannya untuk menyamarkan bekas jerawat.
Terus habis itu, kalian nggak pakai pelembab yang sesuai atau kalian sering lupa pakai sunscreen pas beraktivitas di luar ruangan.
Ya, jangan mimpi dapat hasil yang optimal! Makanya, nggak salah dong kalau kubilang serum jadi pelengkap skincare yang kerjanya cerdas, tapi bukan pemeran utamanya.
Emang Serum Bisa Bikin Kulit Langsung Bagus
Jawabannya, bisa membantu, tapi bukan sulap. Kalau kalian berpikir pakai serum bisa menyelesaikan masalah kulit dalam semalam, maka kalian salah ya.
Yang namanya skincare, termasuk serum, bekerja secara bertahap. Kulit juga butuh waktu untuk beradaptasi dengan bahan aktif yang kalian gunakan.
Terus, kalau mau ngomongin masalah manfaat serum tuh sangat bergantung sama kandungan bahan aktif yang ada di dalamnya.
Makanya, jangan heran kalau ada teman yang cocok dengan serum A, tapi kalian malah merasa biasa saja. Gimana lagi, wong kebutuhan kulitnya emang beda.
Apa Semua Orang Pasti Butuh Serum?

Menurutku, belum tentu. Ibaratnya gini, kalau lagi bangun rumah, serum nggak termasuk dalam pondasi utama.
Pondasi utamanya tetap basic skincare. Sudah tahu ‘kan apa saja basic skincare tersebut? Iyes:
- membersihkan wajah dengan benar,
- menggunakan moisturizer yang sesuai,
- dan memakai sunscreen setiap pagi.
Kalau tiga kebiasaan dasar itu belum konsisten, kubilang juga percuma pakai serum. Nggak akan kasih perubahan yang signifikan.
Terus Kapan Serum Mulai Kalian Butuhkan?
Menurutku, serum mulai layak kalian pertimbangkan kalau punya tujuan yang lebih spesifik. Misalnya:
- ingin menyamarkan bekas jerawat,
- ingin membantu mengurangi flek hitam,
- jaga hidrasi kulit yang terasa sangat kering,
- mulai melihat garis-garis halus,
- atau ingin bantu memperbaiki skin barrier.
Dengan kata lain, serum hadir sebagai produk tambahan untuk membantu mengatasi kebutuhan tertentu. Seperti yang kubilang di awal tadi. Mengatasi masalah kulit yang spesifik.
Jangan Sampai FOMO Skincare
Jujur saja, aku sering merasa media sosial membuatku merasa tertinggal. Kayak, hari ini serum A viral. Besok muncul serum B. Lusa, ada lagi serum C yang katanya lebih bagus.
Kalau nggak hati-hati dan nggak membatasi, aku pasti langsung membeli produk karena takut ketinggalan tren. Boro-boro sempat mikir aku butuh atau nggak.
Rasanya kok ya menyenangkan punya meja rias penuh sama botol serum. Sudah berasa jadi beauty influencer pro gitu dah.
Tapi pas kucoba satu per satu, ternyata nggak semuanya kasih manfaat yang benar-benar kubutuhkan.
Makanya, aku mulai belajar mending punya satu serum yang cocok ketimbang lima serum yang cuma menuh-menuhin rak skincare.
Tanda-tanda Kalian Butuh Serum Wajah

Beauty Squad-ku, ada yang masih ragu butuh serum atau nggak? Saranku sih coba lihat kondisi kulitnya dulu!
Ada kemungkinan serum memang belum jadi prioritas. Atau malah justru sebaliknya, kulit kalian memang butuh perawatan tambahan.
Beberapa tanda berikut bisa kalian jadikan sebagai bahan pertimbangan, antara lain:
- Kulit terasa kering meski sudah pakai moisturizer
- Bekas jerawat sulit pudar
- Wajah kelihatan kusam tapi bukan karena kurang tidur atau pola hidup
- Mulai muncul garis halus padahal belum waktunya
- Pengen mengatasi masalah kulit tertentu, kayak flek hitam, kemerahan, pori-pori tampak besar, atau skin barrier bermasalah
Dalam kondisi yang sudah kusebutkan itulah sebagai tanda kalian butuh serum.
Jadi, Apakah Kalian Benar-benar Membutuhkan Serum?
Serum wajah bukan produk skincare wajib untuk semua orang, tapi bisa jadi produk yang sangat bermanfaat kalau sesuai kebutuhan kulit.
Aku paham, di tengah banyaknya rekomendasi skincare yang berseliweran di media sosial, rasanya mudah sekali tergoda untuk membeli serum terbaru.
Apalagi kalau klaimnya terdengar menjanjikan. Namun, setelah belajar lebih banyak tentang skincare, aku justru menyadari bahwa rutinitas yang sederhana dan konsisten seringkali memberikan hasil yang lebih baik ketimbang pakai banyak produk sekaligus.
Kalau saat ini rutinitas skincare kalian masih sebatas cleanser, moisturizer, dan sunscreen, itu nggak masalah.
Tiga produk itu sudah cukup kok jadi pondasi yang sangat penting untuk menjaga kesehatan kulit.
Sebaliknya, kalau kalian mulai punya masalah kulit tertentu, kayak bekas jerawat yang sulit memudar, kulit kusam, flek hitam, atau mulai muncul garis halus, serum bisa jadi langkah berikutnya untuk melengkapi rutinitas skincare.
Pada akhirnya, memilih serum bukan soal mengikuti tren atau membeli produk yang sedang viral.
Yang lebih penting adalah mengenali kondisi kulit sendiri, paham kandungan yang kalian butuhkan, lalu pakai secara konsisten.
Soalnya, skincare bukan tentang siapa yang punya produk paling banyak, tapi siapa yang paling paham sama kebutuhan kulitnya sendiri.
Kalau boleh kasih satu saran, jangan buru-buru membeli serum hanya karena banyak orang bilang produknya bagus.
Luangkan waktu untuk mengenal kulit kalian terlebih dahulu.
Dengan begitu, setiap produk yang kalian pilih benar-benar jadi investasi untuk kesehatan kulit. Bukan hanya untuk menambah koleksi di meja rias.