Stop Asal Pilih! Kenali Dulu Jenis Serum yang Sesuai Kebutuhan Kulit

Halo Beauty Squad-ku! Kalian masih percaya kalau serum viral sudah pasti bagus, nggak sih?

Aku juga dulu gitu sih. Tiap lihat review serum yang bikin glowing di media sosial, rasanya pengen ikutan coba juga.

Lama-lama, botol serum di meja riasku makin numpuk. Tapi anehnya, masalah kulitku tetap exist. Entah itu, kusam, beruntusan, kadang malah terasa kering.

Capek banget lho nyoba berbagai jenis serum yang ternyata nggak berpengaruh apa-apa di kulitku.

Sampai akhirnya, aku menyadari satu hal penting. Nggak semua serum cocok untuk semua orang.

Dalam artian, kalau beauty influencer itu cocok pakai serum viral. Bikin kulitnya glowing, kinclong, dan mulus. Bukan berarti serumnya cocok sama kulit kita juga.

Jadi, berhenti mikir kita butuh serum baru! Mungkin, kita cuma belum benar-benar mengenal kebutuhan kulit sendiri.

Sini deh, Beauty Squad-ku! Kita bincang-bincang seru masalah jenis serum. Biar kalian nggak salah pilih lagi.

Apa sih Serum Itu?

Ibaratnya tuh gini, kalau moisturizer kayak penjaga kelembapan kulit. Sementara serum, lebih ke dokter spesialis yang bisa menangani masalah tertentu.

Jadi, serum adalah produk perawatan kulit dengan konsentrasi bahan aktif yang lebih tinggi daripada produk perawatan dasar lainnya.

Biasanya sih tekstur serum tuh ringan, cepat menyerap, dan formulasinya emang untuk bekerja lebih fokus pada masalah kulit tertentu.

Mulai dari kulit kusam, jerawat, garis halus, sampai skin barrier yang lagi rewel.

Aku sempat mengira kalau semua serum punya fungsi yang sama. Ternyata nggak begitu.

Tiap serum punya tujuan yang beda-beda, tergantung kandungan bahan aktif yang ada di dalamnya.

Nggak heran kalau banyak orang, termasuk aku juga, sering merasa salah pilih serum.

Kenapa Kita Sering Salah Memilih Serum?

Mungkin para Beauty Squad-ku juga sudah tahu-lah ya, dunia skincare sekarang tuh cepat sekali berubahnya.

Kayak hari ini rame sama serum vitamin C, besok mungkin retinol, eh minggu depan muncul serum baru lagi.

Lha kitanya, kadang memilih serum cuma karena beberapa alasan, sebagai berikut:

  • lagi tren,
  • banyak direview influencer,
  • atau kemasannya terlihat meyakinkan.

Pada sadar nggak sih? Emangnya kebutuhan kulit mengenal tren? ‘Kan nggak.

Kalian pernah nggak sih pakai serum brightening pas kondisi kulit lagi dehidrasi? Tahu nggak, apa hasilnya?

Boro-boro glowing. Yang ada, kulit malah terasa makin kering kerontang.

Makanya, aku mulai belajar tentang kandungan bahan aktif dan memilih yang sesuai kebutuhan kulitku. Bukan cuma peduli sama nama produknya doang.

And guest what? Paham segala jenis serum ternyata jauh lebih penting ketimbang hanya membeli serum mahal lho.

Jenis Serum Berdasarkan Kebutuhan Kulit

Setelah mencoba cukup banyak skincare (dan sempat beberapa kali salah pilih), aku mulai paham bahwa serum terbagi berdasarkan fungsi utamanya.

Satu brand doang bisa punya banyak jenis serum lho. Biar kusebutkan jenis-jenis serum yang paling umum dan kegunaannya ya, Beauty Squad-ku!

1. Hydrating Serum untuk Kulit yang Terasa Kering dan Lelah

Beberapa di antara kalian pasti pernah berada di fase saat kulit terasa kusam. Bukan karena kurang skincare-nya, tapi karena kurang hidrasi.

Oke. Gini deh, apa kalian pernah merasa kondisi kulit yang seperti berikut ini:

  • kaku pas habis cuci muka,
  • makeup mudah crack,
  • atau terlihat capek.

Kalau pernah, berarti benar. Kalian lagi berada di fase kulit sedang dehidrasi. Gimana cara mengatasinya?

Salah satu caranya dengan menggunakan hydrating serum. Asli sih. Menurutku, jenis serum ini tuh penyelamat banget.

Kandungan yang sering ditemukan pada hydrating serum, di antaranya:

  • Hyaluronic Acid
  • Glycerin

Serum jenis ini bekerja dengan menarik air ke dalam kulit sehingga wajah terasa lebih lembap, kenyal, dan sehat.

Setelah rutin memakai hydrating serum, aku baru sadar kalau kulit yang cukup hidrasi akan terlihat glowing secara natural tanpa effort berlebihan.

2. Brightening Serum untuk Kulit Kusam

Banyak cewek sekarang berkiblat pada standar kecantikan Korea. Harus putih, glowing, no kusam-kusam club dah pokoknya.

Terus pada beralih tuh ke brightening serum. Termasuk aku kalau wajahku terlihat lebih gelap, nggak rata, atau kehilangan cahaya alaminya.

Apa saja kandungan bahan aktif yang biasanya ada di jenis serum brightening?

  • Vitamin C
  • Alpha Arbutin
  • Niacinamide

Brightening serum membantu untuk meratakan warna kulit sekaligus melindungi dari paparan radikal bebas sehari-hari.

Buatku pribadi, serum jenis ini cocok saat kulit mulai terlihat lelah akibat kebanyakan beraktivitas di luar ruangan atau kurang istirahat.

Cuma jangan sampai lupa satu hal penting ini ya! Brightening serum akan bekerja lebih efektif kalau kulit sudah cukup lembab lebih dulu ya.

Kalau kulit lagi dehidrasi, atasi dulu masalah ini baru pilih serum untuk mencerahkan.

3. Acne Control Serum Buat Kulit yang Lagi Sensitif dan Berjerawat

serum untuk kulit berjerawat

Kebiasaan kulitku adalah muncul jerawat pas lagi mau datang bulan. Ini menyebalkan banget. Apalagi kalau kegiatanku lagi padat-padatnya.

Siapa coba yang nggak panik? Rasanya, semua produk buat jerawat pingin kubeli. Biar jerawatku minggat.

Sayangnya, nggak semudah itu. Butuh kesabaran dan konsistensi yang aku nggak punya.

Sekarang mah aku lebih memilih fokus sama satu jenis serum saja. Yang emang buat kulit berjerawat.

Biasanya, serum buat jerawat punya salah satu kandungan bahan aktif, sebagai berikut:

  • Niacinamide
  • Salicylic Acid
  • Tea Tree Extract

Serum ini membantu untuk mengontrol minyak berlebih, menenangkan kemerahan, dan menjaga pori tetap bersih. Rasanya, kayak memberi waktu kulit untuk tenang kembali.

4. Anti-Aging Serum Saat Mulai Muncul Garis Halus

Musuh para cewek-cewek nih. Aging. Meskipun, sudah pada menyadari kalau kita nggak bisa menolak waktu. Tapi, tetap saja, pada nggak terima kondisi.

Garis tipis yang muncul di area mata dan senyum mulai bikin parno. Tiba-tiba pada nyadar untuk merawat kulit sejak dini.

Buat yang parno sama proses aging dan ingin menundanya, buruan pilih anti-aging serum. Biasanya, punya salah satu dari beberapa kandungan bahan aktif, berikut ini:

  • Retinol
  • Peptides
  • Antioksidan

Fungsinya membantu dalam proses regenerasi sel kulit dan menjaga elastisitas wajah.

Aku sih lebih menganggap serum jenis ini bukan untuk melawan usia, tapi untuk merawat kulit biar tetap sehat seiring waktu berjalan.

5. Soothing atau Barrier Repair Serum Saat Kulit Lagi Rewel

Hanya karena aku berpikir memperbaiki skin barrier bisa dilakukan sama basic skincare, aku mengabaikan jenis serum ini. Padahal, justru ini yang paling penting.

Khususnya, saat kulit kalian terasa:

  • mudah merah,
  • perih saat pakai skincare,
  • atau tiba-tiba sensitif,

itu berarti skin barrier kalian lagi nggak baik-baik saja. Makanya, pilih serum yang punya kandungan, seperti:

  • Centella Asiatica
  • Ceramide
  • Panthenol

Kandungan bahan aktif ini bisa membantu untuk menenangkan kulit sekaligus memperkuat perlindungan alaminya.

Sejak mengenal soothing serum, aku jadi lebih paham bahwa kadang kulit nggak butuh banyak produk. Hanya butuh serum untuk memulihkannya.

Jadi, Apa Kita Butuh Semua Jenis Serum?

Tentu saja jawabannya nggak. Mau gimana layerin-nya, coba?

Dulu sih aku sempat berpikir semakin banyak serum berarti semakin bagus hasilnya untuk kulitku. Tapi, sekarang nggak lagi. Aku lebih selektif dalam memilih.

Ternyata, satu serum yang sesuai kebutuhan kulit jauh lebih efektif ketimbang pakai lima serum yang sebenarnya nggak kuperlukan.

Soalnya, pada akhirnya, skincare bukan tentang mengikuti produk yang lagi tren. Tapi, gimana memahami kondisi kulit sendiri.

Apalagi, kulit setiap orang punya cerita berbeda. Dan perjalanan menemukan serum yang tepat sering kali dimulai dari satu langkah sederhana.

Berhenti asal pilih serum.

Mungkin habis ini, sebelum membeli serum baru, kalian bisa bertanya dulu pada diri sendiri,

Kulitku sebenarnya lagi membutuhkan apa, ya?

Tinggalkan komentar