Jangan Asal Beli! Ini Tips Memilih Pelembab Wajah yang Tepat Sesuai Kebutuhan Kulit

Beli pelembab wajah cuma gegara FOMO? Aku banget nih. Ada yang viral dikit, pingin beli. Melihat klaimnya menggoda dikit, pingin checkout. Padahal, kondisi kulitku beda sama yang lagi nge-review.

Pas akhirnya beli dan mulai rutin kupakai, ekspektasiku ternyata ketinggian. Teksturnya lebih berat dari yang kubayangkan. Di kulit jadi kurang nyaman. Terus hasil akhirnya juga nggak seperti yang kuharapkan.

Dahlah. Aku kena prank. Makanya, memilih pelembab wajah jangan cuma modal melihat kemasan, harga, review, atau klaim doang.

Kalian harus menyadari kalau pelembab yang nyaman di kulit orang lain belum tentu memberikan pengalaman yang sama di kulit kita. Jadi, sebelum memasukkan moisturizer ke keranjang belanjaan, ada beberapa hal yang sekarang perlu aku pertimbangkan.

Kenapa Pelembab Penting dalam Rutinitas Skincare?

kenapa pelembab wajah penting untuk skincare harian

Banyak orang yang salah paham konsep pemakaian pelembab. Mereka pikir, memakai pelembab ya pas kulit terasa kering. Padahal ‘kan nggak begitu konsepnya.

Menurutku malah pelembab tuh penting dalam rangkaian skincare harian. Apalagi kalau kalian bekerja di ruangan yang full AC atau sering terpapar udara yang panas. Kondisi kayak begitu seringnya bikin kebutuhan kulit berubah.

Satu lagi, cewek-cewek yang kerjanya banyak mantengin layar, entah itu laptop atau ponsel, buat bikin ilustrasi canva dan sebagainya. Better kalian juga rutin pakai moisturizer sih. Soalnya, mantengin layar dalam waktu panjang juga bisa bikin kulit kering lho.

Belum lagi, kalau sudah ngomongin manfaat pelembab untuk kulit, misalnya:

  • Membantu menjaga kadar air pada kulit yang bikin kulit terasa lebih nyaman dan nggak gampang kering.
  • Dukung fungsi skin barrier yang bantu mempertahankan kelembaban dan melindungi kulit dari berbagai faktor lingkungan.
  • Dan lain-lain.

Terus buat yang demen banget nge-lenong a.k.a makeup-an. Skin prep kalian salah satunya pasti moisturizer ‘kan?

Jadi kataku, ketimbang sibuk bertanya perlu atau nggak pakai pelembab? Mending mah cari tahu moisturizer kayak gimana yang kulit kalian butuhkan.

Pelembab Pagi dan Malam, Apakah Harus Berbeda?

apakah pelembab wajah pagi dan malam harus sama

Kalau aku lihat rangkaian skincare di pasaran ya. Pasti dah ada yang namanya cream pagi dan malam. Makanya, aku mikirnya pasti pelembab pagi dan malam harus berbeda.

Kenyataannya, nggak selalu begitu kok. Nih ya, aku pribadi cuma butuh satu pelembab doang buat pagi dan malam hari.

Skincare pagi hari, aku biasanya membersihkan wajah pakai facial wash. Terus lanjut pakai pelembab dan kuakhiri dengan pakai sunscreen.

Pelembab untuk menjaga kenyamanan dan kelembaban kulitku. Sementara, sunscreen buat memberikan perlindungan kulitku dari paparan sinar UV.

Ingat ya! Meskipun ada moisturizer yang punya kandungan SPF-nya, tetap pelembab bukan pengganti sunscreen. Harus tetap pakai sunscreen.

Terus kalau malam gimana?

Biasanya, malam hari adalah waktu istirahat. Nggak ada yang namanya nge-lenong atau pakai makeup. Makanya, butuhnya pelembab yang teksturnya lebih rich. Soalnya, sudah nggak khawatir pelembab bakal merusak makeup ‘kan.

Hal ini bikin banyak orang berpikir pelembab pagi dan malam hari kudu beda. Padahal mah nggak. Kalau emang satu pelembab saja sudah bikin kalian nyaman dipakai pagi dan malam hari, ya sudah.

Setelah melihat sendiri kondisi kulit teman-teman blogger lolita (lolos lima puluh tahun) di niche kecantikan, rasanya aku makin semangat buat rutin pakai skincare. Soalnya, kulit mereka tuh pada masih halus, mulus gitulah. Kayak nggak ada masalah kulit yang menghampiri.

Pertanyaan berikutnya adalah gimana sih cara atau tips memilih pelembab wajah yang tepat? Yuk kita bahas!

6 Tips Memilih Pelembab Wajah Sebelum Checkout

tips memilih pelembab wajah yang cocok

Percaya sama aku! Kalau misalkan, checkout moisturizer terus pas datang ternyata nggak cocok buat kulit tuh rasanya nyesek banget.

Harus beli pelembab baru. Keluar duit lagi. Mana ‘kan mubazir juga pelembabnya. Meski bisa saja kita hibahkan untuk orang lain. Tapi, bukannya lebih baik kalau sekali checkout moisturizer langsung dapat yang cocok ya.

Makanya, sekarang kalau lagi belanja skincare, khususnya pelembab, aku punya semacam checklist kecil. Dengan begitu, bisa meminimalisir aku pilih pelembab yang salah gitu deh. Apa saja checklist-nya?

1. Kenali Jenis dan Kondisi Kulit

Aku harus tahu pasti dulu apa jenis kulitku. Menurut sepengetahuanku, paling nggak ada lima jenis kulit, yaitu:

  • Kering
  • Berminyak
  • Kombinasi
  • Normal
  • Sensitif.

Aku pribadi punya jenis kulit yang normal. Sebenarnya, nggak terlalu butuh perawatan yang aneh-aneh. Bagiku, basic skincare doang mah cukup.

Selain jenis kulit, pahami juga kondisinya. Bisa saja ‘kan, kayak aku, jenis kulitku normal. Tapi, di saat-saat tertentu kondisinya bisa amat sangat kering atau malah berminyak.

Atau, jenis kulit kalian kombinasi. Eh, suatu ketika malah terasa sensitif. Kena olesan moisturizer dikit saja sudah merah-merah.

Dengan begitu, aku bisa mencari pelembab yang tepat untuk kondisi kulitku. Nggak cuma ikut-ikutan rekomendasi teman yang jenis dan kondisi kulitnya belum tentu sama dengan kulitku.

2. Baca Kandungannya

Biasanya, pelembab-pelembab yang ada di pasaran tuh punya klaim-klaim tertentu yang ada di bagian depan kemasannya. Tapi, jangan cuma fokus di bagian itu doang!

Minimal baca juga ingredients yang lain terus cari tahu fungsi kandungan yang ada di dalamnya, misalnya:

  • Humektan, kayak glycerin, hyaluronic acid, dan panthenol, untuk membantu menarik dan mempertahankan kandungan air pada lapisan kulit.
  • Emolien, kayak squalane, fatty acids, serta berbagai jenis minyak atau lipid, untuk membantu membuat kulit terasa lebih halus.
  • Ceramide, yang akhir-akhir ini begitu kusukai, untuk membantu memperbaiki skin barrier.

Nggak harus hafal semua nama bahannya kok. Mengenali beberapa kandungan dasar saja, khususnya yang memang kalian butuhkan sudah cukup membantu.

3. Pilih Tekstur yang Nyaman

Nih ya, kalau misalkan kalian pengen kayak blogger lolita yang kondisi kulitnya mulus tanpa dosa. Pastikan pakai moisturizer secara rutin setiap hari.

Oleh karena itu, mending cari pelembab yang teksturnya bikin kalian nyaman. Di pasaran ‘kan banyak tuh pilihan tekstur pelembab, kayak:

  • Gel
  • Gel-cream
  • Lotion
  • Cream
  • Balm

Kalau pas pakai moisturizer rasanya kayak terlalu berat atau bikin nggak nyaman, emang kalian yakin bisa rutin pakai? Kalau aku sih pasti malas. Bye-bye konsisten.

4. Pertimbangkan Sensitivitas Kulit

Jangan pernah mengabaikan keluhan kulit dari pengalaman-pengalaman sebelumnya! Soalnya, ini bisa jadi catatan ingredient terbaik untuk kulit kalian.

Semisal, pernah ada pelembab yang malah bikin kulit mudah terasa perih atau nggak nyaman. Cek tuh ingredient-nya apaan?

Untuk selanjutnya, kalian bisa pertimbangkan formula atau bahan-bahan yang sebelumnya pernah menimbulkan reaksi.

5. Sesuaikan dengan Budget

Ini juga nggak kalah penting sih menurutku. Banyak cewek-cewek yang malas skincare-an karena merasa mahal. Padahal, pelembab yang bagus mah bukan berarti harus selalu mahal.

Mentang-mentang ada pelembab yang lagi viral. Yang pakai para selebgram dan influencer, mukanya pada glowing. Tapi, harganya mehong.

Ya biarin. Nggak usah pada FOMO ikutan beli. Mentang-mentang mampu beli. Terus yang nggak mampu gigit jari dan malah malas perawatan kulit.

Yang lebih penting waktu mau checkout pelembab adalah kebutuhan kulit, nyaman pakainya, dan harganya masih masuk akal sama kondisi keuangan.

Toh yang mahal belum tentu cocok sama kulit. Mending cari yang nggak bikin kalian berubah jadi gembel karena maksa beli pelembab yang super mahal ya.

Gimana Cara Kita Mengetahui Pelembab yang Terpilih sudah Cocok?

tanda pelembab wajah sudah cocok

Habis berhasil checkout pelembab dengan tips memilih pelembab yang cocok gimana?

Jangan langsung nge-jugde produk hanya dari satu kali pemakaian ya! Kulit juga butuh waktu buat proses reaction-nya.

Lihat saja para influencer atau blogger kecantikan itu! Kalau mereka review produk, minimal setelah pemakaian seminggu. Mereka pasti memperhatikan dulu gimana kondisi kulit sehabis pakai, kayak:

  • Kulit terasa nyaman atau nggak?
  • Bisa bikin kulit beneran lembab atau nggak?
  • Teksturnya gimana buat kulit?
  • Muncul rasa perih atau nggak?
  • Atau wajah malah kayak lebih berminyak dari biasanya?
  • Masalah kulit yang sebelumnya muncul atau nggak?
  • Dan pertanyaan-pertanyaan semacamnya.

Intinya, jangan kayak orang kampung! Baru satu kali pakai sudah protes kenapa belum glowing kayak influencer atau selebgram yang nge-review? Terus berpikir pelembabnya over claim.

Cara kerja skincare bukan kayak sulap. Menilai apakah produknya sudah cocok atau belum tuh yang penting apakah produknya terasa nyaman dan sesuai kebutuh kulit atau nggak.

Kalau muncul reaksi yang mengkhawatirkan, jangan dipaksakan! Mending hentikan penggunaan dan, bila memang perlu, konsultasikan sama ahlinya.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memilih Pelembab

salah memilih pelembab wajah

Waktu salah checkout pelembab, harus kuakui kalau sebenarnya yang salah bukan produknya. Aku saja yang terlalu cepat mengambil keputusan.

Kepincut iklan langsung impulsif beli. Padahal butuh juga nggak. Dasar aku! Mana bukan cuma sekali-dua kali tuh aku salahnya. Ibarat kata, sudah bisalah bikin daftar kesalahan yang biasa dilakukan waktu beli pelembab (versi aku tentunya), misalnya:

  • Modal ikut-ikutan produk viral. Semakin banyak yang mereview, aku menganggap produknya pasti cocok di aku.
  • Membeli pelembab cuma karena kemakan review influencer. Iya sih. Review bisa jadi referensi, tapi kondisi kulit setiap orang ‘kan beda.
  • Kulit berminyak nggak butuh moisturizer? Jangan salah! Kulit berminyak tetap butuh kelembaban.
  • Nggak sempat membaca kandungan. Aku cuma terpaku sama klaim yang terpampang di depan kemasan.
  • Abai sama tekstur.
  • Kebanyakan coba produk dalam satu waktu. Pas ada masalah, aku jadi sulit menentukan produk mana yang jadi penyebabnya.
  • Anggapan pelembab yang lebih mahal pasti lebih baik. Harga nggak pernah bohong, begitu istilahnya.

Sekarang, tiap kali ada moisturizer baru yang lagi viral, aku nggak langsung impulsif buying. Kucoba menahan diri sebentar. Cek yang perlu kucek.

Selagi ngecek, nggak munafik. Aku juga memasukan produknya ke keranjang. Tapi urusan checkout? Nanti dulu.

Jadi, Pelembap Wajah Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Pertanyaan bagus yang sering banget kutemukan. Tapi, jawabannya nggak se-simple menyebutkan satu merek atau satu jenis produk doang ya.

Soalnya, pelembab yang bagus buat kulitku belum tentu punya efek yang sama di kulit kalian.

Meski begitu, aku bisa membuatnya jadi lebih mudah. Kalau mau cari pertimbangan yang pas saat memilih pelembab, lihat beberapa tips di atas yang secara sederhana:

  • Jenis dan kondisi kulit.
  • Ingredient produk.
  • Tekstur.

Bukan asal, kulit berminyak maka butuhnya pelembab untuk kulit berminyak. Tapi lebih ke, kulit berminyak tuh butuhnya apa?

Pelembab yang Bagus adalah yang Sesuai dengan Kebutuhan Kulit

Sejak salah membeli pelembab, aku jadi lebih berhati-hati. Tapi nggak yang harus riset gila-gilaan kayak lagi mau skripsi-an ya.

Sederhana saja kok tips memilih pelembab yang cocok sebelum checkout yang kulakukan, seperti:

  • Cari tahu jenis dan kondisi kulitku.
  • Baca ingredients.
  • Pilih tekstur yang nyaman.
  • Pertimbangkan sensitivitas kulitku.
  • Kudu sesuai sama budgetku.

Nggak lucu juga. Perkara beli pelembab doang kudu ngutang. Makanya, aku berusaha mengendalikan diri biar nggak mudah tergoda sama produk yang lagi viral.

Bodo amat, meski produknya punya klaim glowing yang menarik. Selagi nggak sesuai sama kebutuhan kulitku ya aku nggak mau beli.

Aku nggak lagi pusing memikirkan pelembab mana yang bagus. Mending aku memikirkan tentang kebutuhan kulit plus rasa nyaman untuk memakainya secara konsisten.

Tinggalkan komentar